Ketua Kelompok RTSM PKH Situbondo Bantah Pungli

SITUBONDO – Kabar adanya pungutan liar (pungli) dari penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, mulai berbuntut. Kemarin, puluhan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) penerima PKH di Kelurahan Mimbaan kompak bikin pernyataan. Mereka membantah keras rumor adanya penarikan dana liar oleh oknum pendamping PKH setempat. Bantahan puluhan RTSM itu dituangkan dalam sebuah surat pernyataan bersama.

Bupati Situbondo Ismunarso Masuk Lapas Cipinang

Bupati Situbondo Ismunarso tidak bisa berlama-lama menghirup udara bebas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mengirim tersangka penyalahgunaan APBD 2005-2007 senilai Rp 43,7 miliar itu ke Lapas Cipinang setelah pemeriksaan pertama kemarin.

Ismunarso datang ke KPK sekitar pukul 09.52 WIB. Orang nomor satu di Kabupaten Situbondo tersebut ditemani kuasa hukumnya, Muhammad Fauzy. Pemeriksaan itu merupakan yang pertama sejak Ismunarso ditetapkan sebagai tersangka pada akhir November lalu.

Rahasia Lulus Ujian/Tes CPNS

Tes CPNS bukan untung-untungan dan perlu dipersiapkan dengan baik. Buat teman-teman yang lagi berjuang untuk bisa menembus lowongan CPNS, boleh membaca tips & trik ini yang berisikan mengenai penjelasan materi / soal-soal tes CPNS, serta trik rahasia agar lulus tes CPNS. Tidak seperti kebanyakan halaman informasi lain yang menyebutkan trik CPNS tetapi ujung-ujungnya menjual CD atau buku, trik ini saya bagikan gratis buat Anda berdasarkan pengalaman penulis yang berhasil lulus tes CPNS LIPI beberapa tahun lalu.

6 Strategi Menuju E-Government

Instruksi Presiden No 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-government tidak bisa dipungkiri adalah angin bagus bagi penerapan teknologi komunikasi dan informasi di pemerintahan. Seperti apa strategi pengembangan E-goverment?

Dalam lampiran Inpres E-goverment, dipaparkan enam strategi yang disusun pemerintah dalam mencapai tujuan strategis e-government. Antara lain:

Strategi pertama adalah mengembangkan sistem pelayanan yang andal, terpercaya serta terjangkau masyarakat luas. Sasarannya antara lain, perluasan dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi ke seluruh wilayah negara dengan tarif terjangkau. Sasaran lain adalah pembentukan portal informasi dan pelayanan publik yang dapat mengintegrasikan sistem manajemen dan proses kerja instansi pemerintah.

Muktamar NU Situbondo (1984), dan Efek Progresifitas Kaum Nahdliyin

Pada dasawarsa 1980an dan 1990an terjadi perubahan mengejutkan di dalam lingkungan Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia. Perubahan yang paling sering disoroti media massa dan sering amenjadi bahan kajian akademis ialah proses ‘kembali ke khitthah 1926’: NU menyatakan diri keluar dari politik praktis dan kembali menjadi ‘jam’iyyah diniyyah’, bukan lagi wadah politik. Dengan kata lain, sejak Muktamar Situbondo (1984) para kiai bebas berafiliasi dengan partai politik mana pun (maksudnya dengan Golkar) dan menikmati enaknya kedekatan dengan pemerintah. NU tidak lagi ‘dicurigai’ oleh pemerintah, sehingga segala aktivitasnya – pertemuan, seminar, … – tidak lagi dilarang dan malah sering ‘difasilitasi’. Perubahan tersebut, walaupun merupakan momentum penting dalam sejarah politik Orde Baru, dapat dipahami sebagai sesuai dengan tradisi politik Sunni, yang selalu mencari akomodasi dengan penguasa.

Tetapi terjadi perubahan lain yang lebih mengejutkan: di kalangan generasi muda NU terlihat dinamika baru dengan menjamurnya aktivitas sosial dan intelektual, yang nyaris tak tertandingi oleh kalangan masyarakat lain. Selama ini Nahdlatul Ulama dianggap ormas yang paling konservatif dan tertutup, dan sedikit sekali punya sumbangan kepada perkembangan pemikiran – baik pemikiran keagamaan maupun pemikiran sosial dan politik. Perihal pemikiran keagamaan, NU justeru didirikan sebagai wadah para kiai untuk bersama-sama bertahan terhadap gerakan pembaharuan pemikiran Islam yang diwakili oleh Muhammadiyah, Al Irsyad dan Persis. NU hanya menerima interpretasi Islam yang tercantum dalam kitab kuning ‘ortodoks’, al-kutub al-mu`tabarah, terutama fiqh Syafi’I dan aqidah menurut madzhab Asy’ari, dan menekankan taqlid kepada ulama besar masa lalu. Pembaharuan pemikiran Islam, boleh dikatakan, secara prinsip bertentangan dengan sikap keagamaan NU. Dalam sikap politik dan sosial pun, NU dikenal sangat pragmatis dan kurang orisinal. Ketika Herb Feith dan Lance Castles menyusun sebuah antologi tentang pemikiran politik Indonesia setelah kemerdekaan (Indonesian Political Thinking 1945-1965. Cornell University Press, 1970), mereka mencantumkan tulisan dari semua aliran politik kecuali NU karena memang hampir tak ada satu pun pemikir politik NU yang menonjol saat itu.

NU memang punya bobot politik yang cukup besar, karena massa yang bisa dimobilisasi dalam krisis politik. Pada zaman revolusi, dan juga pada zaman peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru, orang NU telah memainkan peranan sangat menonjol – sebagai unsure utama laskar Hizbullah dan Sabilillah pada 1945-49, dan sebagai pelaku utama pembunuhan terhadap orang-orang PKI pada 1965-66. Berkat kekuatan fisiknya, NU memainkan peranan penting dalam perubahan politik dua masa peralihan tersebut; tetapi sumbangan penting itu tidak pernah dapat diterjemahkan menjadi pengaruh nyata dalam pemerintahan, dewan perwakilan, maupun masyarakat sipil. Dua figur NU yang paling menonjol pada masa peralihan tersebut, Wahid Hasyim dan Subchan ZE, kemudian disingkirkan (dimarginalisir) dari sistem politik; massa NU tak dilibatkan dan tetap berada di pinggiran. Tokoh NU yang bisa survive dekat pusat kekuasaan ialah Idham Chalid, politisi gaya lama yang tidak mewakili sikap atau ideologi tertentu dan selalu bisa beradaptasi dengan setiap perubahan.

Perlu dicatat bahwa Kiai Idham dengan segala kelonggarannyadalam berpolitik, agaknya, lebih mewakili pendirian kiai NU ketimbang tokoh seperti Wahid Hasyim atau Subchan ZE. Para kiai di daerah tidak pernah punya ambisi mengurusi negara, membuat undang-undang atau mempengaruhi kebijaksanaan sosial dan ekonomi. Kebutuhan mereka lebih sederhana dan pragmatis: pesantren harus hidup, dan pengusaha di daerah yang mendukung kiai memerlukan tender. Dalam hal ini, Kiai Idham sangat pandai memenuhi kebutuhan daerah dan menjembatani jarak pusat – daerah

melalui hubungan patronase yang ia jaminkan.

Penodaan Agama dalam Praktik Peradilan

Kasus I

Kasus/Korban:

HB Jassin: Cerpen “Langit Makin Mendung”

Majalah Sastra, Th. VI. No. 8, Edisi Agustus 1968

Putusan

Satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun karena dianggap melakukan penodaan agama (pasal 156a KUHP)

Gambaran Kasus

Seorang tokoh bernama Ki Panjikusmin yang menulis cerpen berjudul “Langkit Makin Mendung” di Majalah Sastra, no. 8 tahun 1968. Cerpen tersebut dianggap melecehkan Islam. Akibatnya ratusan eksemplar majalah Sastra disita di berbagai toko, agen dan pengecer di kota Medan. Berlanjut dengan kantor majalah Sastra didatangi 50 pemuda hingga dicoret-coret dindingnya dengan segala macam penghinaan. Misalnya H.B Jassin Kunjuk! (Kunyuk, ejaan lama-red), H.B Jassin Tangan Kotor Gestapu PKI, Ini Kantor Lekra, Majalah Sastra: Anti Islam!, dan sebagainya.

BPS Tak Kredibel: Pembangunan Tanpa Kompas…!!!!!

Maju atau mundurnya peradaban suatu bangsa sangat tergantung kepada reliabilitas dan validitas system data nasional yang ada di negara tersebut. Semakin terorganisir dengan baik system organisasi data tersebut maka akan semakin maju perekonomian negara tersebut. Strategi pembangunan apapun tergantung kepada system data nasional yang diterapkan.

Bagaimana mungkin membuat suatu perencanaan tanpa disertai oleh system data yang terpadu, reliable dan valid? Padahal, sampai saat ini belum pernah BPS menjelaskan kepada public misalnya melalui website-nya tentang proses standar yang harus dimiliki oleh pusat data nasional yaitu khususnya pada proses yang menyangkut subject oriented, time variant, non-volatile dan integrated. Lalu sejauh mana elemen tersebut dibentuk melalui proses bottom up dan/atau proses top down juga perlu dijelaskan karena berpotensi menimbulkan benturan proses. Sebab jika tidak dijelaskan secara benar maka sangat mungkin BPS hanya sekedar menjadi symbol tukang stempel dari setiap target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia.

Situbondo : Sisakan Kisah Misteri Gua yang Tembus ke Madura

Mengunjungi Petilasan Syekh Maulana Ishaq di Bukit Pecaron
Meski hanya sebuah petilasan (tempat munajat), dalam kamar utama bertuliskan Syekh Maulana Ishaq itu terdapat sebuah bangunan makam. Terdapat juga dua batu hitam mengkilap di kamar berukuran 4 x 4 meter. Batu itulah yang diyakini sebagai tempat duduk sang Syekh dalam bermunajat kepada Yang maha Kuasa.
Begitu sampai di Bukit Pecaron, pengunjung sudah bisa bernafas lega. Mereka sudah tidak perlu lagi mengatur irama nafasnya, sebagaimana yang dilakukan saat mendaki jalan setapak menuju ke puncak Pecaron. Para pengunjung juga sudah dapat beristirahat sejenak sebelum berdoa di depan petilasan Syekh Maulana Ishaq.

Dari ‘SUBPRIME MORTGAGE’ sampai ke KASDA

Oleh : Agus Ari C, SE

Singkatnya, krisis yang diawali dengan runtuhnya harga saham property (subprime mortgage, salah satunya) di yang kemudian menjalar ke sejumlah resesi perekonomian global. Hingga kini perekonomian Indonesia sulit untuk tumbuh lebih tinggi.

Dilematika perekonomian Indonesia yang tidak kunjung usai, itu adalah krisis ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minim pasca krisis ekonomi 1998 yang hanya berkisar 5 – 5,5 % semester 1 ini mencapai pertumbuhan yang cukup signifikan mencapai 6,4 %.

Tentu prestasi baik telah ditunjukkan oleh masa pemerintahan Kabinet bersatu. Rampungnya segala bentuk perencanaan pemulihan kondisi perekonomian masyarakat terkena dampak (impact) krisis banyak terealisasi di masa pemerintahan ini (Periode 2004-2009). Terpaan krisis global saat ini yang berawal dari runtuhnya perekonomian negara adi daya (amerika) mulai sangat dirasakan oleh stagnan-nya perekonomian Indonesia. Dengan anjloknya harga-harga indeks di pasar modal domestik menandakan bahwa kondisi investasi dalam negeri tidak lagi kondusif. Instrument saham besar yang di dominasi oleh investor asing sangat memukul pasar dalam negeri, yang menarik investasinya di pasar domestik. Kondisi terkini, dengan langkah suspensi (pemberhentian perdagangan ) yang terakhir dilakukan di bursa saham Indonesia merupakan langkah dinilai terlambat untuk menyelamatkan harga bursa di level (red:harga) sangat terpuruk. Bagaimana jika hanya dengan seruan pemerintah yang hanya meyakinkan pasar untuk tetap tenang dan melakukan langkah hold (menahan)untuk sejumlah saham yang merugi dengan turunnya kepercayaan pasar?

Pemudik Wajib Waspadai Situbondo

Situbondo – Situbondo merupakan kabupaten di Jatim yang memiliki ruas jalan raya Pantura terpanjang, yakni sekitar 120 kilometer, memanjang dari perbatasan Probolinggo -di sebelah barat – hingga Kabupaten Banyuwangi-di sebelah timur.

Banyak titik rawan yang harus diwaspadai di sepanjang jalur yang kerap disebut dengan Red Area atau jalur merah di kawasan tersebut.

Menjelang arus mudik Lebaran maupun arus balik, perlu diwaspadai sejumlah titik rawan, khususnya bagi mereka yang baru mengenal kawasan ini. Di sepanjang jalur ini pula angka kecelakaan yang menewaskan korban sangat tinggi. Kerawanan jalur ini meliputi kawasan rawan kecelakaan lalu-lintas, rawan banjir dan longsor, rawan kemacetan karena adanya pasar tumpah, rawan pelanggaran lalu-lintas.