Posted on September 14, 2008 by busthood
Oleh: A. Mustofa Bisri
Semangat beribadah anak muda itu memang luar biasa. Baginya, tak ada hari tanpa puasa dan tak ada malam tanpa qiyaamullail. Siang puasa, malamnya membaca al-Quran.
Mendengar perihal anak muda-yang tidak lain adalah sahabat Nabi Abdullah Ibnu Amr itu-Nabi Muhammad SAW pun bersabda, menanyainya: “Aku dengar kau selalu puasa di siang hari dan membaca al-Quran sepanjang malam, benar?”
“Benar, wahai Rasulullah, dan aku melakukan itu semata-mata menginginkan kebaikan.”
“Sesungguhnya cukup bagimu berpuasa 3 hari setiap bulan.”
DIarsipkan di bawah: Islam, Renungan | Leave a Comment »
Posted on September 12, 2008 by busthood
Mujahid Fathi Yakan di dalam kitabnya, Maza Ya’ni Intima-i Li al-Islam, telah menyatakan bahwa di dunia terdapat tiga katagori manusia.
Kategori Pertama
Golongan yang hidup hanya untuk dunia semata-mata. Mereka dinamakan sebagai golongan ad-Dahriyyun. Sikap mereka jelas seperti yang dinyatakan di dalam al-Quran:
“Dan tentu akan mereka katakan: “Hidup hanyalahkehidupan kehidupan kita di dunia sahaja dan kita sekali-kali tidak dibangkitkan” .- Surah al-An’am: ayat 29
“Dan mereka berkata: “Kehidupan tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” – Al Jatsiyah: ayat 24
Kategori Kedua
DIarsipkan di bawah: Islam, Renungan | Leave a Comment »
Posted on September 12, 2008 by busthood
I. Kata Al-Quran tentang Ruh:
1. Ruh adalah bagian dari Allah
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
(Hijr, 15:29)
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. “. (Shaad, 38:72)
DIarsipkan di bawah: Islam | Leave a Comment »
Posted on September 11, 2008 by busthood
Sesungguhnya bunga yang diambil oleh penabung di bank adalah
riba yang diharamkan, karena riba adalah semua tambahan yang
disyaratkan atas pokok harta. Artinya, apa yang diambil
seseorang tanpa melalui usaha perdagangan dan tanpa
berpayah-payah sebagai tambahan atas pokok hartanya, maka
yang demikian itu termasuk riba. Dalam hal ini Allah
berfirman:
DIarsipkan di bawah: Islam | Leave a Comment »
Posted on September 11, 2008 by busthood
Bicara soal zakat dikaitkan dengan pemerataan ada kesan
memaksakan diri, mangada-ada!. Tapi, anehnya orang tak kunjung
kapok menjadikannya sebagai tema. Seolah-olah yang penting
bukan kesepadanan konsep zakat dengan pemerataan. Tapi adanya
kekuatan ghaib, magic, yang tersimpan dalam kata-kata “zakat”
itu sendiri.
DIarsipkan di bawah: Islam | Leave a Comment »